Para ‘Presiden’ Hadiri HUT RI di SMA BPK PENABUR Sentul

Sep 4, 2015 by

Para ‘Presiden’ Hadiri HUT RI di SMA BPK PENABUR Sentul

Sejumlah presiden Republik Indonesia tampak berdiri di hadapan sejumlah siswa. Namun tidak hanya berdiri takzim, mereka justru berlenggak-lenggok menari mengikuti irama dan nyanyian sang penyanyi yang bersuara melengking. Meskipun bukan yang asli, kehadiran para presiden itu sudah mencuri perhatian khalayak yang hadir dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 kemerdekaan Republik Indonesia yang diadakan di Auditorium BPK PENABUR Bogor, Sentul City baru-baru ini.

HUT kemerdekaan Republik Indonesia memang selalu menjadi sumber kegembiraan bagi setiap warga Indonesia, tidak terkecuali bagi para peserta didik di SMAK BPK PENABUR Bogor. Perayaan yang dilangsungkan sekali dalam setahun tersebut tak pelak menjadi ajang berekspresi sejumlah siswa SMA.

Kemeriahan yang dilakukan oleh guru dan peserta didik SMAK BPK PENABUR Bogor tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Bila di tahun sebelumnya hanya diikuti oleh 27 murid kelas X saja, maka kali ini, kehadiran puluhan siswa angkatan ke-2 SMA semakin menyemarakkan kegiatan tersebut.

Belajar sungguh untuk isi kemerdekaan

Di hari H, perayaan HUT RI yang juga dirangkai dengan puji syukur HUT ke-65 BPK PENABUR tersebut didahului dengan renungan singkat dan pujian atas rahmat Tuhan yang telah memerdekakan Indonesia dari penjajahan sekaligus membesarkan BPK PENABUR.

Dalam kesempatan itu, Ibu Carmelita Toelihere, Kepala SMA BPK PENABUR Bogor memaparkan sejarah singkat berdirinya badan pendidikan ini. Di kesempatan yang sama. Ibu Meli demikian beliau akrab disapa, juga meminta peserta didik agar mau belajar dengan sungguh-sungguh di SMA, supaya kelak mereka bisa memberi sumbangsih yang berharga kepada bangsa dan negara.

Keriaan pun semakin bertambah saat sejumlah lomba mulai digelar. Bukan hanya perlombaan yang itu-itu saja seperti lomba makan kerupuk dan tarik tambang, perlombaan tujuhbelasan di sekolah itu diisi dengan berbagai kompetisi yang menekankankan pada ekspresi seni anak-anak berusia remaja seperti lomba menghias kelas hingga adu lipsync lagu bertema nasionalisme. Berbagai hal unik dan kreatif bermunculan di atas panggung. Dari anak yang sekedar mengangguk-angguk sampai anak yang mahir beat box unjuk gigi dan membuat banyak siswa bersorak. Tepuk riuh pun semakin menggema saat sejumlah presiden ikut bergoyang di atas panggung mengikuti lengkingan sang penyanyi lipsync. Para presiden itu, meski hanya berupa topeng, dengan amat fasih berjoget dan menari bersama. (ari)

Article by : Antonius Ari Sudana

Related Posts

Share This