Mengenal Dyslexia

Jul 18, 2016 by

Apa itu dyslexia? Apa ciri-ciri anak dyslexia? Apakah anak dyslexia dapat mengikuti kurikulum sekolah reguler? Kesulitan Belajar dibedakan menjadi 2 kategori. Kesulitan Belajar dan Kesulitan Belajar Spesifik.

Kesulitan Belajar Kesulitan Belajar Spesifik
Potensi Kecerdasan DIBAWAH rata-rata Potensi Kecerdasan ≥ rata-rata
Ada penyakit/gangguan yang mendasari Mungkin disertai gangguan perilaku lain: ADHD, CD, ODD
Kemampuan akademis, kemandirian, dan bekerja TERGANTUNG potensi kecerdasannya. MAMPU secara akademis, mandiri, bekerja
Program sekolah dibuat berdasarkan kebutuhan Dapat mengikuti sekolah reguler.
Disabilitas intelektual, autism, sindrom down, palsiserebral, low vision, dll Dyslexia, Dysgraphia, Dyscalculia

 

Menurut The International Dyslexia Association, 1994, Dyslexia merupakan kelainan dengan dasar neurologis yang diturunkan secara genetik yang berhubungan dengan kemampuan dalam penguasaan dan pemrosesan bahasa. Anak dengan dyslexia dapat mengalami kesulitan berkomunikasi/berbahasa ekspresif, membaca, menulis, mengeja, dan kadang dalam matematika. Orang yang mengalami dyslexia tidak dapat disembuhkan namun mereka dapat berespon dengan baik jika mendapat intervensi yang tepat. Dyslexia lebih sering diderita oleh anak laki-laki. Ciri-ciri anak dyslexia. Anak dengan dyslexia sulit membedakan huruf p dengan q, atau huruf b dengan d. Mereka terkadang sering salah menyebutkan kata, misal pesawat menjadi sepawat atau terserah menjadi seterah. Mereka juga seringkali lupa akan hal-hal yang baru saja mereka pelajari, memiliki short term memory yang buruk, serta mereka sulit memahami instruksi, sulit membaca situasi dan ekspresi. Hal ini dikarenakan adanya gangguan dalam mere-call (mengingat kembali) hal-hal yang telah mereka pelajari. Penanganan anak dyslexia. Dalam belajar anak dyslexia dapat belajar dengan strategi remedial dan akomodasi. Remedial yaitu dengan cara mengulang kembali belajar bagian-bagian yang sulit dan multisensoris learning yaitu belajar dengan menggunakan sebanyak mungkin indera, dengan mendengar, meraba, melihat dan juga menyebutkan. Strategi akomodasi yaitu dengan mengakomodir setting ruangan, setting lembar kerja, setting belajar, setting marka, dan setting ujian.

Hal-hal yang dapat membantu anak dyslexia di sekolah ataupun di rumah:

– Jika anak sering lupa terhadap sesuatu, dapat diberikan highlight terhadap hal-hal penting dalam catatan mereka.

– Pengejaan yang tidak beraturan, dapat menempelkan kata kunci di kelas untuk mendukung anak memahami topik yang sedang dibahas.

– Huruf berlarian saat mereka membaca, dapat mengunakan font color dan kertas yang tidak terlalu kontras.

– Jika anak tidak dapat menyelesaikan ujian sesuai tenggat waktu, anak dapat diberikan waktu ekstra. Anak dyslexia dapat diberikan waktu ekstra 25% lebih banyak dari anak normal.

Kesulitan Belajar Kesulitan Belajar Spesifik

– Jika anak dyslexia sedang mengalami bad day, fokus terhadap sisi positif dari siswa. Jangan meminta mereka belajar lebih keras lagi, karena sesungguhnya mereka telah belajar 3 x lipat lebih keras.

– Anak dyslexia terkadang memiliki self estem yang rendah karena seringkali mengalami pengalaman gagal. Untuk membantunya dapat dilakukan konseling untuk membentuk citra diri yang positif.

Penyusun artikel : Carina Aprilia, S.Psi (konselor SD Nasional Plus BPK PENABUR & amp; anggota Biro

Konsultasi Psikologi BPK PENABUR Bogor)

Related Posts

Tags

Share This