TOILET TRAINING

Jul 18, 2016 by

Toilet training merupakan cara untuk melatih anak agar bisa mengontrol buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB). Dengan toilet training diharapkan dapat melatih anak untuk mampu BAK dan BAB di tempat yang telah ditentukan. Selain itu, toilet training juga mengajarkan anak untuk dapat membersihkan kotorannya sendiri dan memakai kembali celananya, demikian menurut Siti M, S.Psi; Psikolog dan staf pengajar dari Jurusan Psikologi Universitas Gunadarma, Depok.

Kapan anak siap untuk toilet training ?

Tidak ada patokan usia kapan Toilet Training harus dimulai. Saat yang tepat tergantung dari perkembangan fisik dan mental anak. Anak berusia di bawah 12 bulan tidak mempunyai kontrol terhadap kandung kemih dan BAB, 6 bulan sesudahnya ada sedikit kontrol. Antara 18 dan 24 bulan beberapa anak sudah menunjukkan kesiapan, tetapi beberapa anak belum siap sampai usia 30 bulan atau lebih. Mengajarkan Toilet Training sebaiknya santai dan hindari kemarahan. Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengontrol kapan dan dimana anak ingin BAK atau BAB kecuali anak itu sendiri. Hindari pemaksaan yang berlebihan. Ajarkan anak untuk memberitahukan bila dia ingin BAB atau BAK. Bila anak sering memberitahu pada saat dia sudah mengompol atau BAB. Hal ini merupakan tanda bahwa anak mulai mengenal fungsi tubuhnya. Ajarkan anak lain kali untuk memberitahu sebelumnya.

Rayakan dan puji anak setiap kali ia berhasil ke kamar kecil, sebisa mungkin hindari menggunakan permen atau hadiah lainnya sebagai penyemangat. Besarkan hatinya pada saat ia gagal dan usahakan untuk tetap tenang dan sabar ketika itu terjadi. Jika anak pernah mengompol atau BAB di celana, tidak perlu menghukum dan mengungkitnya terus menerus. Biarkan ia tahu bahwa akan butuh waktu untuk terbiasa ke kamar kecil, dan semangati sertahargai setiap usaha yang ia lakukan.

Penyusun artikel : Brigitta Dian Puspasari, S.Psi. (pengajar TK BPK PENABUR & anggota Biro

Konsultasi Psikologi BPK PENABUR Bogor)

Related Posts

Tags

Share This